Powered by Blogger.

Thursday, 20 March 2014

Sebuah sebutan yang agung
agung dalam budaya
adat istiadat aceh
aceh negeri kesayanganku
tempat ku perjuangkan fikiranku
yang berkecamuk setiap hari
Pantas kah negeri ini memiliki seorang wali
seorang yang mengerti soal budaya
adat budaya suku bangsa aceh
bila memang di sanjung sanjung kan
bila memang di elu elukan
kenapa terjadi hal yang tak pantas
di lakukan
Bukan karena kekuasaan
bukan karena kehausan
bukan karena jabatan
tapi apa ?
entah lah



Read More

0 komentar:

Sampai kapan cahaya datang
Dalam kesenjaan hati ini
Kadang dua kata tak mampu
Menikmati aroma kehidupan

Di saat hati menjadi batu
Saat luka tak bisa kering
Saat air tak lagi jernih
Sudah hilang sesuatu panaroma

Akan kah ada saat
Dimana orang diam
Diam menghanyut kan
Porak berkeping di dalam
wadah kehidupan
Saat nya akan tiba
Tak datang bila kita tak pergi

Tak mati bila tak hidup,,,.,.,,,
Read More

0 komentar:

Satu kata yang datang
Menghampiri mu
Di saat kau lelap
Dalam mimpi buruk mu
Di saat kau mengerti akan semua
Yang telah terjadi dalam hidup mu
Kini semua akan terjadi
Bila tidak ada
Yang harus kau lupakan
Mimpi burukmu
Menghiasi kepala mu
Menghiasi otak dan angan anga mu
Setelah semua yang kini
Bila harus berakhir denagn semua yang telah

Di lalui dengan ini.,..,
Read More

0 komentar:

Wednesday, 19 March 2014

Di sini ku coba mendapatkan suatu
Yang membuat kau bisa berfikir
Tentang makna apa yang harus
Di fahami
Alam membuatku
Terbang dalam keadaan
Dimana aku tak mampu berfikir
Yang tak ingin ku akhiri dengan sia sia.

Karya : isvani
04  maret 2014

00:27
Read More

0 komentar:

Pagi ini
Ku duduk di kantin
Dalam kesewenangan
Fikiran yang tak menentu
Ku coba untuk berfikir
Tentang semua yang telah terjadi

Fikiran ku tak ayal
Ingin melaju kemana
Yang ingin ku gapai
Dengan segala
Kerendahan hati

Ku ingin selalu menjadi
Suatu yang biasa
Membuatku melaju
Keiringan malam
Yang mengharuskan ku

Memasuki alam sementara ini.
Read More

0 komentar:

Monday, 17 March 2014

Betapa tidak kami terperangah
Bila melihat isi tanah
yang kami pijak
setiap mata terbuka
dari tempat kami bermimpi

isi nya di isap
tanpa ampun, tanpa
mengenal matahari
tak terang lagi
mengapa terjadi ?
apa tak ada lagi
pemimpin yang kami
elu elu kan ?

jangan bersembunyi
di balik dinding
tembok muka mu
buka mata
jangan jadi kan negeri ini
seperti tak ada lagi ruh.


Read More

0 komentar: